Sabtu, 22 Maret 2008

Cintaku Kandas di Ujung Gang

Awalnya biasa saja, akhirnya datang juga. Memang benar kata nenek, “Cinta itu datang dari mata turun ke pantat>>dibuang>>hilang begitu saja>>hanya dapat pantat, bukan hati

Persis yang pernah aku rasakan. Berawal dari mata, mataku selalu tertuju pada sosok gadis. Yang pasti gadis cantik laaah…. Hehehehhehe…. Sepertinya aku jatuh hati>>jatuh cinta>>eh…kesandung>>jatoh…. Selalu teringat, waktu makan pas ngeliat nasi dan lauk2 yang enak, bawaannya selalu ingin makan banyak… eeh ga nyambung ya….?
Wajahnya selalu membayang….
Huuh….. aku jadi ga konsen….
Maaak….anakmu jatuh cinta nee maak……

Pagi, ketika gadis idamanku lewat persis di depanku, seperti biasa, penyakit Kutil Cinta ku kambuh, aku tak berdaya, aku jadi 5L (lemah, letih, lesu, linglung dan lunglai). Jadi aku hanya bisa menatap indahnya makhluk Tuhan yang aku idam-idamkan.

Perlu diketahui untuk para pembaca, gejala2 penyakit Kutil Cinta adalah sbb :
mata tidak berkedip
bulu idung rontok
badan jadi panas dingin
keluar keringat rasa vanilla
jantung berdetak dengan birama 2/4 seperti lagu2 perjuangan
kalo poin 1-5 terjadi selama 5 menit ato lebih akan terjadi hal yang lebih gawat, seperti cacing kepanasan dengan idung berdarah (ayan )
kalo sudah terjadi hal pada poin 6, maka obat satu-satunya adalah upil kucing berbulu kuning langsat.

Kembali ke gadis idaman
Saat aku mengalami yang namanya serangan Kutil Cinta, ya…yang pastinya aku lupa dengan segala sesuatu yang ada di meja makan.
Hehehehehehe….
Untung saja saat itu ada temanku, si Buluidungkeluar, segera menyadarkan aku, jadi aku ingat kembali pada segala sesuatu yang ada di meja makan….
Gadis…gadis…begitu hebatnya dirimu….
Kau telah membuat hatiku nglepek2 di ujung jarimu.

Dan suatu hari, waktu itu hujan rintik2….
Dewi Kutil berkata lain, kebenaran “Cinta datang dari mata turun ke pantat” mulai terungkap. Ternyata gadis yang selama ini aku idam-idamkan hanya memandang sebelah mata pada sosok diriku yang baik, rajin menabung, pandai memasak, berbakti kepada ortu dan tidak lupa solat.

* * * * * * * * * * * * *
Udahlah…. Kata abangku, Pasha “mungkin ini memang jalan takdirku, mengagumi tanpa dicintai….” Jadi sekarang kekaguman itu udah aku buang jauh2 lewat pantat. Dan sekarang harapanku dia mau jadi temanku, kalo mau seeeh…
Salam untuk gadis yang pernah menemani mimpiku….
Hohohohohohohoho……… lagi2 cintaku kandas di ujung gang….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar